Kisah Inspirasi Ibu Dengan Satu Mata

Suatu hari saat aku sedang duduk, terlihat seorang anak sedang memarahi ibunya. Aku bertanya pada tetangga apa kesalahan ibu itu hingga anaknya memarahi begitu kasar. Tetangga itu bilang, dia ingin meminta sesuatu namun ibunya tak mampu untuk membelikan itulah sebab anak tersebut marah. Kemudian saya menganggukkan kepala.

Tak lama setelah itu tetangga tadi menyambung ceritanya bahwa dulu ada seorang anak yang hidup bersama ibunya di Desa sebelah. Ibu itu buta sebelah matanya. Setiap hari dia banting tulang dengan bekerja di dua tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Anaknya tak pernah merasa bahagia tinggal bersama ibunya. Setiap hari ada saja alasan yang dibuat anaknya agar dapat memarahi ibunya tersebut. Kebetulan anak tetangga tersebut satu sekolah dengan anak ibu itu. Waktu itu ada panggilan untuk semua walikelas. Terlihat anak tersebut sedang memarahi ibunya seakan dia malu didepan temanya mengakui bahwa ibu itu adalah ibunya.

Suatu hari ketika ibu yang buta ini kepasar, kejadian yang terduga hingga menggemparkan satu kampung. Anak ini memarahi ibunya karena masalah spele yakni tidak diberikan jajan. Anak tersebut sampai tega berkata kasar dengan kalimat “Kenapa anda tidak mati saja, malu saya punya ibu seperti anda ini”. Semua didengar oleh orang sekampung. Tak bisa dibayangkan perasaan ibu tersebut mendengar ucapan anaknya.

Hari pun berganti, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Setelah 25 tahun kemudian anak tersebut sudah tumbuh dewasa. Dia merantau meninggalkan ibunya seorang diri. Sampai anak tersebut memiliki seorang suami dan sibuk dengan anak nya, bahkan dia tidak pernah pulang kerumah. Suatu hari, sang ibu yang merasa rindu kepada anaknya tersebut memberanikan diri untuk menjenguknya meskipun jarak cukup jauh. Sesampainya disana, perlahan ibu itu mengetuk pintu kemudian anaknya membukakan pintunya. Dan kaget ternyata ibunya yang datang. Bukanya menunjukkan sikap sedih senang atau gembira karena sekian lama tak bertemu kemudian ibunya didepan mata. Anaknya Justru mengusir ibu tersebut tanpa belas kasihan.

Suatu hari dia ada dinas dikampung halamanya. Mau tak mau dia harus pergi meskipun berat. Setelah sampainya dikampung, terdengar kabar bahwa ibunya sudah meninggal dunia. Namun Ibu buta yang malang tersebut sempat meninggalkan surat untuk anaknya. Berikut isi surat tersebut :

“Anakku sayang,
Ibu minta maaf sebelumnya jika selama ini ibu banyak menyusahkan kamu, membuat kamu malu didepan teman-temanmu. Ibu juga sangat menyesal karena menjadi wanita yang paling memalukan dalam hidup kamu. Dulu ketika kamu masi kecil, suatu kejadian yang hingga saat ini tida bisa ibu lupakan. Ketika kamu jatu dari tangga dan matamu tertusuk ranting kemudian dokter memvonis bahwa matamu akan buta. Ibu tidak kuat mendengar hal tersebut, ibu tidak dapat membayangkan masa depanmu jika tanpa satu mata.Akhirnya ibu putuskan untuk mendonorkan mata ibu untuk kamu. Anakku sayang, ibu akan selalu memiliki dan menyayangimu. Tak pernah ada penyesalan dalam hidupku demi kebahagiaanmu. Justru saat ini ibu merasa tenang karena melihat kamu sudah mampu menikmati hidup dengan sempurnah”.

Membaca surat tersebut anak itu menangis dan menyesali semua perbuatanya. Namun apa daya tida ada kesempatan untuk minta maaf karena ibunya telah tiada. Itulah Kisah inspiratif yang bisa menginspirasi kita semua. Jangan pernah menyia-nyiakan kedua orang tua karena pengorbanan mereka begitu besar untuk kita.

Untuk menemukan Kisah Inspirasi lainya bisa kalian baca melalui alamat website berikut ini. Yang sebagian besar memberikan informasi seputar teknologi dan inspirasi.

https://tibuku.com/

Demikianlah informasi seputar Kisah Inspirasi Ibu Dengan Satu Mata. Semoga bermanfaat untuk kita semua agar selalu bisa menghargai kedua orang tua.